//
you're reading...
History

Penomoran Identitas Sarana Kereta api

Jika kita perhatikan baik di gerbong kereta api maupun lokomotif, terdapat penomoran identitas dari sarana perkeretaapian tersebut. Dengan adanya nomor identitas terebut maka akan mempermudah dalam hal perawatan, pendataan, dan pengawasan. Sehubungan dengan itu maka ditetapkan Peraturan Mentri Perhubungan No KM 45 Tahun 2010 tentang Standar Spesifikasi Teknis Penomoran Sarana Perkeretaapian.
Identitas sarana perkeretaapian diterbitan oleh Direktur Jendral Perkeretaapian.

Sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2009 tentang penyelenggaraan Perkeretaapian menurut jenisnya dapat dibedakan menjadi :

  • lokomotif :
    •  lokomotif elektrik
    •  lokomotif diesel
  • kereta :
    • penggerak sendiri (KRL, KRD)
    •  kereta ditarik lokomotif
  • gerbong :
    • gerbong datar
    • gerbong terbuka
    • gerbong tutup
    • gerbong tangki
  • peralatan khusus :
    • peralatan khusus dengan penggerak sendiri
    • peralatan khusus dengan ditarik lokomotif

Setiap sarana memiliki nomor identitas yang terdiri dari huruf dan angka, meliputi :

  • kodefikasi jenis sarana perkeretaapian
  • klasifikasi sarana perkeretaapian
  • tahun sarana perkeretaapian
  • nomor urut sarana perkeretaapian

Kodefikasi jenis sarana untuk lokomotif menggunakan huruf kapital yang ditentukan berdasarkan jumlah gandar penggerak dan jumlah bogie.
Berdasarkan jumlah gandar :

  • ‘A’ untuk 1 gandar
  • ‘B’ untuk 2 gandar
  • ‘C’ untuk 3 gandar
  • ’0′ untuk 4 gandar penggerak

Jumlah bogie untuk lokomotif diberi tanda huruf kapital yang sama sesuai dengan jumlah bogie lokpmotif yang memiliki gandar penggerak.
Klasifikasi lokomotif diberikan dalam bentuk angka yang menggunakan 3 (tiga) digit yang meliputi :

  • Angka pertama diawali angka ’1′ sampai ’4′ yaitu :
    • Angka ’1′ untuk lokomotif elektrik
    • Angka ’2′ untuk lokomotif diesel elektrik
    • Angka ’3′ untuk lokomotif diesel hidrolik
    • Angka ’4′ untuk lokomotif gabungan elektrik dan diesel elektrik
  •  Angka digit ke² dan ketiga yang diawali dengan angka ’00′ diperumtukan untuk seri type.

Nomor urut lokomotif diberikan dalam bentuk angka desimal yang diawali 2 (dua) digit angka berdasarkan tahin dioperasikan.

Penomoran Kereta

Kodefikasi untuk kereta api terdiri atas :

  • Kereta yang dilengkapi dengan fasilitas ruang penumpang dengan tanda huruf “K” dan diikuti dengan angka decimal yang melambangkan kelas pelayanan, sebagai berikut :
    • K1 = eksekutif
    • K2 = bisnis
    • K3 = ekonomi
  • Kereta yang dilengkapi fasilitas ruang makan dan dapur diberi tanda dengan huruf “M” dan diikuti angka decimal yang melambangkan kelas pelayanan, sebagai berikut :
    • M1 = eksekutif
    • M2 = bisnis
    • M3 = ekonomi
    • Kereta yang dilegkapi dengan fasilitas ruang bagasi dengan tanda huruf “B”
    • Kereta yang dilengkapi dengan fasilitas ruang pebangkit dengan huruf “P”
  • Kereta menggunakan 1 (satu) dgit angka “0” sampai “3”, yang meliputi :
    • Angka “0” untuk kereta yang ditarik lokomotif
    • Angka “1” untuk kereta rel listrik
    • Angka “2” untuk kereta rel diesel listrik
    • Angka “3” untuk kereta rel diesel hidrolik

Contoh Penomoran kereta :

K1 1 04 06

Ket :

K1       Kode jenis sarana kereta api dengan fasilitas ekskutif

1          Klasifikasi sarana Kerata Rel Listrik (KRL)

04        Tahun sarana kereta dioperasikan di Indinesia tahun 2004

06        Nomor urut sarana KRL nomor urut  06

Penomoran Gerbong

Kodefikasi penomoran gerbong terdiri atas :

  • Huruf “GD” untuk gerbong Datar
  • Huruf “GB” untuk gerbong terbuka
  • Huruf “GT” untuk gerbong terbuka
  • Huruf “GK” untuk gerbong tangki

Gerbong menggunakan 2 (dua) digit angka decimal yang menunjukkan kapasitas muat.

Contoh Penomoran gerbong :

GD 40 76 07

Ket :

GD      Kodefikasi sarana kereta api type Gerbong Datar

40        Kapasitas muat 40 ton 

76        Tahun sarana gerbong dioperasikan di Indinesia tahun 1976

07        Nomor urut sarana gerbong nomor urut  07

Penomoran Peralatan Khusus

Kodefikasi untuk sarana peralatan khusus terdiri atas :

  • Huruf “SI” untuk kereta inspeksi
  • Huruf “SN” untuk kereta penolong
  • Huruf “SU” untuk kereta ukur
  • Huruf “SE” untuk kereta Derek
  • Huruf “SR” untuk kereta pemeliharaan jalan rel

Peralatan khusus menggunakan satu (satu) angka decimal yang diawali dengan angka “0” sampai “3”, meliputi :

  • Angka “0” untuk yang ditarik lokomotif
  • Angka “1” untuk yang elektrik
  • Angka “2” untuk yang diesel elektrik
  • Angka “3” untuk yang diesel hidrolik

Tahun sarana perkeretaapian ditulis dengan 2 (dua) digit angka terakhir tahun mulai dioperasikannya.

Contoh Penomoran gerbong :

SU 2 04 03

Ket :

SR       Kodefikasi peralatan khusus jenis pemeliharaan jalan rel

2          Klasifikasi untuk type diesel elektrik 

04        Tahun sarana kereta dioperasikan di Indinesia tahun 2004

07        Nomor urut sarana pemeliharaan jalan rel dengan nomor urut 07

Penulisan Sarana Perkeretaapian

Identitas ini ditempatkan pada bagian luar body sarana perkeretaapian, dengan tata cara sebagai berikut :

  1. Penulisan meliputi :
    1. Kodefikasi jenis_spasi_ Klasifikasi_spasi_Tahun_spasi_Nomor urut
  1. Bentuk huruf dan angka :
    1. Jenis huruf dan angka Arial
    2. Ukuran huruf an angka 140
    3. Huruf dan angka ditulis dalam text box
  1. Warna huruf dan angka serta tex box menilputi :
    1. Huruf dan angka menggunakan warna putih
    2. Text box menggunakan warna hitam

Sumber : Majalah Kereta Api edisi 53

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: